Rabu, 05 Januari 2011

Soendari Soekotjo, keroncong Singer

Nama :
Sundari Untinasih Soekotjo

Lahir :
Jakarta, 14 April 1965

Pendidikan :
D3 Musik IKIP, (1987)
Sarjana Jurusan Musik Universitas Negeri Jakarta,
Magister Manajemen,
Doktor dari Universitas Negeri Jakarta

Profesi :
Penyanyi Keroncong,
Guru Kesenian SMA 38 Jakarta,
Presenter,
Dosen Universitas Negeri Jakarta

Penghargaan :
Juara II Bintang Radio TVRI (1979),
Juara I Bintang Radio TVRI (1983),
Penghargaan khusus dari AMI Sharp Award ke-6 (2002),
Keroncong Award (2002)
Kecintaan Sundari pada musik keroncong bermula sejak ayahnya Soekotjo Ronodihardjo, seorang tentara berpangkat letnan satu (alm) memperkenalkannya pada musik mendayu-dayu itu. Ayahnya yang hobi menyanyi lagu keroncong sering mengajak Sundari menyanyi bersama. Dalam keluarga, sejak kecil anak kedua dari tiga bersaudara yang biasa dipanggil Unti ini mendapat pendidikan yang keras dan disiplin dari ayahnya. Meski ia kerap mengelak saat disuruh latihan, Sundari membantah jika kecintaannya pada musik keroncong datang dari paksaan kedua orang tuanya, terlebih dari sang ayah. “Saya menggeluti musik keroncong karena kemauan sendiri”, kenangnya.

Umur 9 tahun, ia menyanyi pop bersama Joko Sutisno di TVRI. Selanjutnya Sundari belajar menyanyi keroncong pada beberapa guru. Tahun 1975, ketika umurnya menginjak usia 10 tahun, ia baru mulai mengikuti perlombaan dengan menjadi perwakilan dari SD Halim, Jakarta tempat dia sekolah. Baru tahun 1977 ia mengkhususkan diri pada lagu keroncong dan satu tahun kemudian, mengikuti berbagai festival keroncong. Pada festival keroncong remaja, 1978 Sundari terpilih menjadi finalis.

Tahun 1979, ia akhirnya menembus juara kedua di ajang juara bintang radio dan TV untuk kategori keroncong dewasa wanita. Itu pun dengan mencuri umur, karena Unti belum mencapai 15 tahun. Ia berhasil mengelabui panitia karena dengan kebaya dan sanggul. Baru sebentar Sundari menikmati pujian berkat penampilannya, Sundari menuai kritikan karena ketahuan kalau ia masih dibawah umur. Waktu itu duduk di bangku SMP 80 Halim. “Umur saya waktu itu masih 14 tahun”, ucapnya.

Juara satu bintang radio televisi diraihnya pada festival ditahun 1983. Selain menyanyi, Sundari menjadi guru kesenian di SMA 38 Jakarta. Tak bisa dihindarkan ia sering dikerjain murid-murid cowok, mobilnya dikasih bunga, wajahnya digambar oleh murid paling bandel, murid cowok duduk di bangku barisan depan setiap kali ia mengajar.

Tahun 2002 menjadi tahun yang penuh berkah baginya. Pada tahun 2002, ia merilis album keroncong asli yang diberi judul Ingkar Janji album ini menjadi album keroncong asli pertamanya, dimana ia menyanyi diiringi musik keroncong. Berkat album ini, ia dinobatkan sebagai penerima keroncong Award 2002 yang diselenggarakan Yayasan Bina Suci dan Radio Republik Indonesia. Pada tahun yang sama, ia juga menerima penghargaan khusus dari dewan kategorisasi di ajang AMI Sharp Award ke-6. Pada 14 Agustus 2002, ia dinyatakan lulus sebagai sarjana musik oleh Universitas Negeri Jakarta (dulunya IKIP) dengan nilai cukup memuaskan.

Meski menuai banyak keberhasilan dalam karirnya, perkawinannya dengan seorang pilot bernama Arman Surjadi kandas ditengah jalan pada tahun 2004. Kini ia mesti mengasuh anak semata wayangnya, Putri Intan Permata sebagai orang tua tunggal. Saat ditanya perihal anaknya, Sundari menuturkan bahwa anaknya yang sedang beranjak dewasa mulai menunjukan keinginan mengikuti jejaknya. “Hati saya trenyuh, ketika diusia 9 tahun dia sudah kepingin rekaman. Saya bebaskan dia untuk memilih dengan syarat punya tanggung jawab. Jangan numpang nama ibunya”.

Dengan statusnya sebagai orang tua tunggal perhatian, kasih sayang maupun perekonomian sekarang menjadi tanggung jawabnya. Dan untuk sekarang ini, ia sedang kuliah lagi dan mencari ilmu dari dunia nyanyi dan lain-lainnya. Ia berharap agar ilmu yang didapatkannya pada kuliah tersebut, ia nantinya dapat bekerja dibidang lain selain dari nyanyi.

Pada Senin, 1 Februari 2010, cita-cita Unti, nama panggilannya, meraih gelar tertinggi dibidang akademik tercapai. Didepan para penguji di Universitas Negeri Jakarta, ia berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul ; Pengaruh Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan dan Kepuasan kerja terhadap Komitmen Organisasi Karyawan  PT Pembangunan Perumahan (persero) dengan yudisium cum laude.  

Ketika ditanyakan apakah setelah menjadi doktor ia akan pensiun bernyanyi, ia mengatakan akankembali mengajar di bidang Manajemen SDM. Ia boleh jadi menempuh arah yang berbeda dibandingseniman lain yang memilih terjun ke dunia politik. Selain menyanyi keroncong dan berusaha agar keroncong tetap disenangi, Unti lebih terpanggil didunia pendidikan yang membuatnya terpilih sebagai Duta Aksara.   

Rangkaian Melati
Pahlawan Merdeka
Sapu Tangan Dari Bandung Selatan
Mengapa Kau Menangis
Hanya Engkau
Mahameru

Minggu, 26 Desember 2010

Basiyo, pelawak & Seniman Jawa

Alm.Basiyo adalah seorang pelawak dari Yogyakarta dengan menggunakan bahasa. Lawakan Basiyo menjadi terkenal di daerah Jawa Tengah melalui siaran radio, televisi (TVRI), dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta.
Dalam melawak, ia biasa bersama-sama dengan Sudarsono, Hardjo Gepeng, Suparmi, Pujiyem, Ngabdul, Atmo Kemin, istrinya sendiri (Bu Basiyo), serta teman - temannya yang lain. Kebanyakan, mereka adalah karyawan RRI Nusantara II Yogyakarta, sebagaimana kebanyakan dari mereka ditampung oleh pemerintah waktu itu.
 Ia bukan hanya pelawak, melainkan juga berhasil memopulerkan jenis gending "Pangkur Jenggleng", yakni, cara menyanyi (nembang) Jawa yang bisa diselingi dengan lawakan, tanpa kehilangan irama dari tembang yang sedang dibawakan. Cara memukul gamelan pun, tidak lazim, karena lebih mengandalkan kendang sebagai iringan utama untuk akhirnya pada ketukan (birama) terakhir dipakai sebagai waktu untuk memukul semua alat musik perkusi (terutama saron) sekeras-kerasnya. Meski menggunakan bahasa Jawa dan "produk lama", nama Basiyo muncul kembali.
Basiyo acap berkolaborasi dengan nama-nama seniman kondang pada dunia dan masanya, seperti Bagong Kussudiardjo, Ki Nartosabdo, Nyi Tjondrolukito, dan lain-lain. Beberapa pengagumnya, seperti budayawan Umar Khayam, pelukis Affandi.
beliau wafat pada tahun 1984.

Rekaman audio Basiyo pada umumnya diterbitkan oleh perusahaan rekaman Fajar Borobudur Record. Selain itu ada juga Irma yang kesemuanya berada di Semarang, meski ada juga yang direkam oleh Lokananta (Sala). Di antara karya - karya Basiyo yang direkam dalam bentuk kaset di antaranya adalah

Senin, 22 November 2010

Krakatau - 2 Worlds

Track:

1. Levy’s Groove
2. Actis Baritone Funk
3. Bunga Tembaga
4. Swing in S’lendro
5. Pine Crescent Jamz
6. Madenda Fantasy
7. Two Worlds
8. Suling Bodas (White Bamboo Flute)
9. Double Bands ‘Live’
10. Perahu
11. Bancak Pakeweuh

Musicians:
Pra B.Dharma: slendro fretless bass
Dwiki Dharmawan
: keyboard
Adhe Rudyana
: kendang, percussions
Yoyon Dharsono
: rebab, suling, tarompet
Zainal Arifin
: gamelan, percussions
Gerry Herb:
drums
Ubiet:
voice

Guest Musicians:
Ron Davis ~ Acoustic piano (track 6)
Reg Schwagger ~ Guitar (track 5)
Howard Levy - Blues Harmonica (track 1 and 4)
Carlo Actis Dato ~ Tenor&Baritone Sax, Bass Clarinet (track 2 and 9)
John Loach ~ Flugel Horn (track 7)
Andrew Timman ~ Suling (track 8)
Massimo Rosi ~ Alto&Soprano Sax (track 9)
Karsten Lipp ~ Electric Bass (track 9)
Federico Marchesano ~ Electric Guitar (track 9)
Dario Bruna ~ Drum Kit (track 9)
Mr Q ~ Alto Recorder (track 10)

Senin, 29 Maret 2010

Asal Mula Wayang

Suatu saat adikku yang masih bujangan main ke rumah. Kami sama-sama penggemar wayang kulit, apalagi dalangnya H.Anom Rusdi. Dan kebetulan di desa tetangga, Rancabugang, ada acara Mapag Sri, yaitu acara menyongsong musim panen tiba.
 Pada saat ngobrol adikku melontarkan suatu pertanyaan yang cukup membuatku kaget.
"Apa aa tahu, wayang berasal dari mana?'
"Dari India, " jawabku.
"Apa aa yakin? Pendapat itu darimana asalnya?"
"Entah. Katanya, sih."
"Menurutku, wayang itu asli dari jawa."
"Alasannya?"
"Begini, a. Ada 2 pendapat mengenai asal muasal wayang. Pendapat pertama, wayang berasal dari India. Alasannya, wayang dibawa ke Indonesia, khususnya pulau Jawa, bersamaan dengan penyebaran ajaran agama Hindu. Pendapat ini didukung oleh Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.
Pendapat kedua, wayang berasal dari Jawa.
Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt. Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain. Dan garis silsilah para tokohnyapun dalam pewayangan jawa jelas, yaitu dari Nabi Tsis hingga cucu-citit para pandawa. Sedang versi India garis keturunannya terputus.
Lalu, darimana para dalang ini tahu silsilah para tokoh wayang? Menurut ahli sejarah wayang, para Pandawa lima mempunyai ilmu yang membuat mereka tidak bisa mati, yaitu jimat Layang Kalimusada. Dan mereka baru bisa mati jika hakekat ilmunya bisa di jelaskan (dalam istilah Jawa, di bedarani). Dan pada saat mereka bertemu Sunan Kali Jaga, Sunan Kali Jaga menjelaskan, kalau hakekat ilmu Layang Kalimusada itu adalah dua kalimat syahadat. Dan pada saat para pandawa ini mengucapkan dua kalimat syahadat, yang berarti mereka masuk Islam, barulah ilmu mereka sempurna sehingga mereka bisa meninggal dengan tenang. Dan dari para pandawa inilah jeng Sunan Kali Jaga tahu silsilah mereka. Untuik mengingat mereka, kisah kehidupan para tokoh wayang ini di abadikan dalam lakon wayang yang kita kenal sampai sekarang.

Kamis, 25 Maret 2010

GAMELAN-X

GAMELAN-X adalah grup musik asal Oakland, California, Amerika Serikat. Didirikan sejak tahun 2006. Mereka memadukan musik gamelan asal Indonesia, terutama gamelan Bali, musik Balkan, India, Afrika, native Amerika, dengan koreografer khas gamelan. Uniknya, walau mereka memainkan musik gamelan yang notabene musik asli Indonesia, tak seorangpun personelnya yang berasal dari Indonesia. Mereka juga menyediakan mp3 sampel gratis dengan durasi rata-rata 0:45 menit yg bisa diunduh di website mereka.

Band Website : 
 www.gamelanx.com

Member :
Eric Oberthaler (director, composer) - Keyboard, Trumpet and Cengceng
Dan Bales (assistant director, composer) - Reyongs, Kendang
Ben Posluszny - Reyongs, Gongs
Alyssa DeCaro - Cengceng, Dancer
Phoebe Jevtovic - Vocals and Cengceng
Peter Jaques - Clarinet, Trumpet and Cengceng
Julian Fritz - Drum set, Kendang, Boogledegoo
Cole Meeker - Misc. Percussion, Gongs
Heather Sansky- Reyongs, Gongs, Dancer
Andrew Ferren- Saxophone, Flute, Synths
Charlie Wilson- Trombone, Sound Tech

DOE (depending on event) with:
Dina Maccabee - Violin and Cengceng
Kerri Kresinski - Cengceng, Dancer, Aerialist
Yari Mander - Reyongs
Aharon Wheels Bolsta - Djun Djun and Tabla
Paradox Pollack - Kejar and Beatbox
Susan Jette - Reyongs
Grady Cousins - Founder, Vocals

Album : Gamelan X - Satu


Dengar dan download mp3 nya disini








Rabu, 24 Maret 2010

Kultur Shock - Live In Amerika

 Artis         : Kultur Shock
Tahun        : 1999
Genre        : Alternative Gypsy Jazz Fusion
Label         : KoolArrow Records




1. Il' je vedro il' oblacno
2. Wild wedding
3. Kita mange
4. Pustoto ludo i mlado
5. Hanuma
6. Amerika
7. Emigrant's song
8. Djelem Djelem
9. Osman aga
10. Ramo, ramo
11. Chaj shukarie
12. Moj dilbere
13. Shota
14. Fato mori dusmanke

Kultur Shock

Kultur Shock, adalah sebuah band unik multikultur. Personilnya berasal dari Bulgaria, Bosnia, Amerika Serikat,  dan Jepang. Mereka memadukan berbagai unsur musik, dari rock alternatif gaya Sheattle (Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden), Punk, Jazz, Fusion, Latin, dan Gypsy Metal. Dan dalam setiap lagu-lagunya mereka menyelipkan lelucon gaya Balkan. Band ini berdiri sejak tahun 1996. Uniknya, tak satupun para personilnya yang mempunyai bahasa yang sama, namun melebur jadi satu dalam musik yg enerjik, unik, dan kreatif.


Para personilnya :
Gino Yevdjevich- vocal, percussion
Val Kiossovski- electric and acoustic guitars, vocals
Chris Stromquist- drums
Matty Noble- violin
Paris Hurley- violin, vocal
Guy Davis- bass, banjo, vocal
Amy Denio- clarinet, sax, acoustic guitar, vocal

Album :
Live In Amerika, 1996
Fucc The Ins, 2001
Kultura Diktatura, 2004
We Can To Take Your Job Away, 2006
Live In Europe, 2007
Integration, 2009

Video Kultur Shock :
Sarajevo, Live In San Fransisco, 2006
Horse Thief 
Tutti Frutti
God Is Busy, Can I Help You
Hashishsish, Live At Chop Suey
Gigolo Amerikana, Live In San Fransisco, 2006
The Rose
Live In Vama Veche, Agustus 2008
Live In Mochvara, Zagreb, 7 Des 2006
Country Mohammed
Live At ArianoFolkFestival, Italy
Jalla Jalla, Metelkova, Juli 2008
The Seamstress & The Officers

Enjoy !!!!!!!!!