Rabu, 07 Oktober 2009

DISCUS


"[The music is] a veritable patchwork of jazz, fusion, Sundan traditional and Balinese music, contemporary classical and classical chamber, pop, pop jazz, prog rock, heavy metal and dissonant avant-garde. In short, the band tackles just about every imaginable genre that lies between Pink Floyd and Weather Report. The vocals follow a similar pattern, featuring both male and female vocalizations that can be normal one minute and hysterical the next." (Progarchives.com)


This multi-instrumental band has an incredible range of influences such as jazz, prog rock, pop, classical, heavy metal. The songs are all very experimental, but each song itself is a diferent experience. As far I got, there are five male and two female vocals. It's great, but I won't recommend to beginners.

Album :
1.Discus - 1st (1999)
Songs / Tracks Listing
1. Lamentation & Fantasia Gamelantronique (8:14)
a) Lamentation
b) Fantasia Gamelantronique (for J. S.)
2. For This Love (6:18)
3. Doc's Tune (7:47)
4. Condissonance (trio for violin, bass clarinet & 21-string Harpguitar) (5:54)
5. Dua Cermin (5:41)
6. Wujudkan! (4:39)
7. Violin Metaphysics (music for violin & digital delay) (5:40)
8. Anugerah (4:11)
9. Contrasts (incl. the traditional theme "Gambang Suling") (12:57)
a) Opening & Meditation
b) Gambang Suling
c) Q/A & Odd Time Improvisations
d) Ostinato (Metal Attack!)
e) Lydian Piano Theme & Minor Dance
f) Gambang Suling

Total Time: 51:30
Note: This is the international version (for worldwide distribution) as released by Mellow Records in Italy. The Indonesian Version (For Sale in Indonesia Only) has a slightly different order of songs.
Line-up / Musicians
- Iwan Hasan / guitar, 21-string harpguitar, Balinese Rindik, electronic percussion & lead vocals
- Anto Praboe / flute, Soprano, Alto & Tenor saxophones, clarinet & bass clarinet
- Eko Partitur / violin & electronics
- Fadhil Indra / keyboards, background vocals
- Hayunaji / Premier drums & electronic percussions
- Kiko Caloh / 5-string & fretless bass
- Krisna Prameswara / keyboards, MIDI percussion programming
- Noonie / lead vocals


2.Discus - Tot Licht (2002)


Songs / Tracks Listing
1. System Manipulation (9:20)
2. "Breathe" (8:34)
3. P.E.S.A.N. (5:32)
4. Verso Kartini - door duisternis tot licht! (12:18)
5. Music 4.5 Players (7:40)
6. Anne (19:23)
Bonus track for Japan only
7. Misfortune Lunatic (6:09)

Total Time: 68:56
Line-up / Musicians
- Anto Praboe / lead vocals, suling (Bali, Sunda & Toraja), flute, clarinet, bass clarinet, Tenor saxophone
- Eko Partitur / lead vocals, violin
- Fadhil Indra / lead vocals, keyboards, electronic percussion, gongs, rindik, kempli, gender
- Hayunaji / vocals, drums, kempli
- Iwan Hasan / lead vocals, electric & classical guitars, 21 strings harpguitar, keyboards, guitalele & strummer violin
- Kiki Caloh / lead vocals, bass
- Krisna Prameswara / vocals, keyboards
- Nonnie / lead vocals

Additional Musicians:
- Andy Julias / acoustic steel string guitar on "P.E.S.A.N."
- Ombat Nasution of Tengkorak Growls on "Breathe"
- Godfried L. Tobing / Classical choir vocals on "Misfortune Lunatic"



Kompas >Jumat, 29 September 2000
Discus Menggebrak Amerika Serikat

Nama kelompok musik Discus nyaris tak terdengar di blantika musik Indonesia. Namun, nama Discus justru cukup sering diulas majalah musik luar negeri seperti Expose, majalah khusus progressive rock terbitan Amerika, serta majalah- majalah Eropa lainnya.Grup yang memakai nama ikan hias ini sebenarnya telah merilis album pertama Discus 1st yang dirilis Mellow Records (Italia) dan diedarkan di Indonesia oleh Aquarius Musikindo.

"Mungkin musik kami jauh dari kesan pop. Lebih rumit dan eksperimental. Bayangkan, kami mencoba menyatukan begitu banyak jenis musik, mulai dari musik jalanan, jazz, rock, hingga etnik Jawa," kata Iwan Hasan, sang gitaris yang juga leader Discus.
Dalam review-nya, majalah Expose edisi lalu memuji Discus sebagai "...best of the year stuff, this one gets our highest recommendation...". Bahkan sejumlah kritisi musik progressive rock di Eropa sepakat menempatkan album Discus 1st sebagai lima besar album prog-rock terbaik Eropa akhir tahun 1999 lalu.
Di mata orang asing, boleh jadi elemen musik etnis Jawa yang terkandung dalam Discus 1st, masih memikat. "Itu tidak kami pungkiri. Discus menjadi titik perhatian karena masih mau membawa nuansa musik tradisional kita," lanjut Iwan.
Tidak mengherankan bila kemudian Peter Renfro, penginisiatif acara tahunan "ProgDay" yang menampilkan band-band progressive rock seluruh dunia, mengundang Discus untuk tampil di Amerika setelah mendengar debut album Discus.

Selasa, 22 September 2009

Selasa, 08 September 2009

H.Abdul Adjib



H.Abdul Adjib, adalah pimpinan grup tarling Putra Sangkala. Bersama istrinya, Hj.Uun Kurniasih, didaulat sebagai raja dan ratu tarling. Salah satu karya terbaiknya adalah drama tarling klasik, Baridin dan lagu Warung Pojok. Berikut adalah lagu-lagu ciptaannya.

Krisis Akhlak
Jodoh Mampir
Supir Inden
Waspada
Warung Pojok (Hj.Uun Kurniasih)
Rama Shinta (Hj. Uun K)
Oh Sayang (Hj. Uun K)
Nonton Tarling
Mingguan
Asal Ngaku
Rangda Tua
jajan Baso
Bandara Soekarno Hatta (H.Uun Kurniasih)

Hj.Dariyah



Hj.Dariyah pertama kali dikenal sebagai sinden Rineka Swara. Kemudian ia lebih dikenal sebagai penyanyi tarling grup Cahaya Muda yang berasal dari Jatibarang, Kab. Indramayu, pimpinan H.Ma'mun, suaminya sendiri. Bersama Cahaya Muda, ia banyak menerima tawaran manggung dan mengeluarkan album, baik drama tarling ataupun lagu tarling.

Lagu-lagu Hj. Dariyah :

Gambaran Urip
Mikiri Janji
Pedet Nuntun Sapi
Pikir-pikir
Kelalen Ning Janji
Enakan (bersama Yoyo S)

Senin, 10 Agustus 2009

KECAPI SULING



Kacapi Suling merupakan perangkat waditra Sunda yang terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda. Waditranya terdiri dari Kacapi dan Suling. Kacapinya terdiri dari Kacapi Indung atau Kacapi Parahu atau Kacapi Gelung.
Selain disajikan secara instrumentalia, Kacapi Suling juga dapat digunakan untuk mengiringi Juru Sekar yang melantunkan lagu secara Anggana Sekar atau Rampak Sekar. Lagu yang di sajikannya di antaranya : Sinom Degung, Kaleon, Talutur dan lain sebagainya.
Laras yang di pergunakannya adalah laras Salendro, Pelog atau Sorog. Berbeda dengan sebutan Kacapi Suling atau Kacapian bila menggunakan Kacapi Siter. Sudah lazim selain Kacapi Siter dan Suling di tambah pula 1 (sate) set Kendang dan 1 (satu) set Goong. Laras yang di pergunakannya sama seperti laras yang biasa di pergunakan pertunjukan Kacapi Suling yang mempergunakan Kacapi Parahu yaitu” laras Salendro, Pelog, Sorog. Kecapi Suling yang mempergunakan Kecapi Siter, selain menyajikan instrumentalia juga di pergunakan untuk mengiringi nyanyian (kawih) baik secara Anggana Sekar maupun secara Rampak Sekar.
Lagu-lagu yang disajikan secara Anggana Sekar yaitu seperti : Malati di Gunung Guntur, Sagagang Kembang Ros dan lain sebagainya. Sedangkan untuk Rampak Sekar di antaranya Seuneu Bandung, Lemah Cai dan lain sebagainya.
Dalam perkembangannya baik Kacapi Suling yang menggunakan Kacapi Parahu maupun Kacapi Sitter, sexing di pergunakan untuk mengiringi Narasi Sunda dalam acara Ngaras dan Siraman Panganten Sunda, Siraman Budak Sunatan, Siraman Tingkeban. Selain instrumentalia disajikan pula lagu-lagu yang rumpakanya disesuaikan dengan kebutuhan acara yang akan di laksanakan. Lagu yang disajikan diambil dari lagu-lagu Tembang Sunda
Seperti diantaranya Candrawulan, Jemplang Karang, Kapati-pati atau Kaleon dan lain sebagainya. Ada pula yang mengambil lagu-lagu kawih atau lagu Panambih pada Tembang Sunda seperti di antaranya Senggot Pangemat, Pupunden Ati dan lain sebagainya.
Disamping perangkat Kecapi dan Suling ada pula perangkat Kecapi Biola dan Kecapi Rebab yang membawakan lagu-lagu yang sama. Dalam penyajiannya, Kecapi memainkan bagian kerangka iramanya sedangkan bagian lagunya di mainkan oleh Suling, Biola atau Rebab. Adapun tangga nada atau laras yang dalam Karawitan Sunda di sebut dengan Surupan, ada pula yang di sebut dengan Salendro, Pelog, Prawa dan Sorog.
Kacapi Suling kini banyak di gemari para Kawula Muda, baik di pedesaan mau pun di perkotaan. Karena untuk mempelajarinya bisa meniru dari kaset rekaman Kacapi Suling yang banyak beredar di masyarakat.
Khusus untuk alat kecapinya, saat ini sering digunakan oleh beberapa group seni lawak sebagai pengiring. Seperti halnya yang sering dilihat, pada pertunjukan Mang Ukok. Kecapi menjadi pelengkap utama yang lantunannya tidak saja mengiringi lagu-lagu Sunda, tapi juga lagu asing.



Download mp3:

Jalan Satapak
Bulan Tumanggal
Kamelang
Mega Sutra
Panghegar
Leuheung leuheung
Gawil
Bulan Langlayang Peuting
Dina Jandela
Hariring Nu Kungsi Nyanding
Hareupeun Kaca
Imut Malati
Kembang Tanjung
Longkewang
Malati di Gunung Guntur
Kembang Tanjung Panineungan
Sagagang Kembang Eros
Salam Manis
Saleumpay Sutra
Samoja
Sariak Layung
Wengi Enjing Tepang Deui



Album : ARUM BANDUNG
Suling : Burhan Sukarma
Kecapi: Nana & Rukruk
Tahun : 1980
Produksi : Dian Record