Minggu, 24 Mei 2009

Sujiwo Tejo, Si dalang Edan


Budayawan Agus Hadi Sudjiwo lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962. Ia lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo. Ia adalah lulusan dari ITB. Sempat menjadi wartawan di harian KOMPAS selama 8 tahun lalu berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Selain itu ia juga sempat menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa film seperti Janji Joni dan Detik Terakhir. Selain itu dia juga tampil dalam drama teatrikal KabaretJo yang berarti "Ketawa Bareng Tejo".
Dalam aksinya sebagai dalang, dia suka melanggar berbagai pakem seperti Rahwana dibuatnya jadi baik, Pandawa dibikinnya tidak selalu benar dan sebagainya. Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya.



Album :
  • Pada Suatu Ketika (1999)
  • Pada Suatu Ranjang (2001)
  • Syair Dunia Maya (2005)
  • Yaiyo (2007)

Film :
    Telegram (2001)
  • Kafir (2002)
  • Kanibal – Sumanto (2004)
  • Detik Terakhir (2005)
  • Janji Joni (2005)
  • Kala (2007)
  • Hantu Aborsi (2008)
  • Barbi3(2008)
  • Kawin Laris (2009)
  • Capres (Calo Presiden)(2009)
Buku :
    Kelakar Madura buat Gus Dur (Yogyakarta, Lotus, 2001)
  • Dalang Edan (Aksara Karunia, 2002)
  • The Sax (Eksotika Karmawibhangga Indonesia, 2003)
Do'a Di Kerja



 Album : Pada Sebuah Ranjang (2001)

Track List

1. Gorong Gorong
2. Anyam Anyaman Nyaman II
3. Kan Tak Kami Tak Makan
4. Langkah Arjuna
5. Gugur Bisma
6. Terjangkan Kau
7. Stasiun Tuaku
8. Tiada Lagi
9. Oh Rama Oh Sinta
10. Kau Berjanji
11. Pada Sebuah Ranjang



Album : Yaiyo (2007)

Track List

1. Yaiyo
2. Undian Harapan
3. Jodoh
4. Jikalaouw
5. Ke Cuali
6. Fabel
7. Sehoha
8. Taman Nak Kanak
9. Ole Olang Wanita
10. Lautan Tangis

Musisi pendukung :

Taufan Irianto Siswadi ( drum )
Bintang Indrianto ( bass )
Imam Garmansyah ( keyboard )
Kiki Dunung ( Perkusi, sax )
Sujiwo Tejo ( Trumpet, vokal )



Jumat, 22 Mei 2009

Sambasunda



Didirikan oleh Ismet Ruchimat dkk. di Bandung pada tahun 1990 dengan nama PRAWA, semasa ia masih tercatat sebagai mahasiswa Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung. Dengan sepuluh orang personil, kelompok ini konsisten membawakan garapan-garapan musik kreasi baru dengan perangkat gamelan-gamelan tradisional.
Tahun 1997 kelompok ini berganti nama menjadi CBMW. Pada waktu itu terasa adanya perbedaan dalam gaya garapannya; lebih eksploratif, serta lebih fleksibel dalam menafsirkan jargon-jargon musik tradisi (karawitan). Perubahan pada gaya-gaya garapan ini nampaknya sebagai pengaruh langsung dari eksperimentasi serta pengolahan media ungkapnya (instrumen). Pada waktu itu, selain memakai gamelan degung, dipakai pula seperangkat gamelan eksperimen dari bambu berlaras pelog 8 nada. Contoh garapan seperti ini dapat dilihat dalam album pertama kelompok ini yang bertitel Sambasunda (Album CBMW; Sambasunda. Gema Nada Pertiwi. 1998)
Tahun 1998, kelompok ini kembali berganti nama menjadi Sambasunda. Nama ini boleh jadi sangat terinspirasi oleh salah satu lagu yang menjadi andalan dalam album pertamanya Sambasunda. Tidak dapat dipungkiri kalau nama itu sangat berbau latin, dan memang ada benarnya pula kalau gaya latin tampak kental dalam musik-musik yang dibawakan Sambasunda. Samba yang nyunda, mungkin secara sederhananya dapat dikatakan demikian. Tapi bagi Ismet Ruchimat dan kawan-kawan, tak hanya itu arti yang terkandung didalamnya. Sebab budaya Sunda juga mempunyai kata tersebut dalam kosa kata bahasanya, dan uniknya juga mempunyai interpretasi yang saling melengkapi. Kata samba dalam pengertian Sunda merujuk pada anak-anak muda dalam masa pubertasnya yang penuh semangat. Selain itu ada juga seorang tokoh wayang bernama Samba, Pangeran Samba, putera dari Betara Kresna. Bukti-bukti diatas menegaskan bahwa kata 'samba' bukan hanya milik kebudayan latin.
Awal tahun 2000 kata Performing Arts digandengkan dengan Sambasunda untuk menegaskan bahwa kelompok ini tidak hanya menggarap bidang musik, tapi juga berbagi bidang seni pertunjukan lainnya seperti seni tari dan teater. Selain itu cakupan aktivitasnya diperluas.Tidak hanya sebagai penggarap seni, tetapi juga melakukan usaha-usaha ke arah edukasional serta konservasi seni tradisi, seperti kegiatan pelatihan, misi budaya, workshop serta kampanye pengenalan seni tradisi pada anak-anak sekolah dasar dan menengah. Nama Sambasunda Performing Arts ini sudah mulai diperkenalkan pada sampul album kedua yang bertemakan Jaipongan. Pada album ini gaya eksloratif masih tercermin dari penggunaan gamelan Bali dipadu gamelan salendro. Hasilnya tentu saja berbeda dengan musik iringan Jaipongan yang biasa karena penambahan gamelan Bali yang berlaras mirip-mirip degung menjadikan nuansa lagu sama-sekali berbeda dengan menggunakan gamelan salendro. Belum lagi mengenai musikalitasnya, gamelan Bali dikenal dengan pola-pola melodi carukan yang sangat cepat sehingga semakin memperluas kemungkinan dalam bereksperimen (Bajidor Kahot, Album Sambasunda;Bali-Jaipong, Gema Nada Pertiwi, 2000)
Masih tahun 2000, Sambasunda kembali mengolah gamelan Bali dalam album ketiganya; Sunda Bali. Lima dari sepuluh lagu dalam album ini adalah aransemen dari lagu-lagu yang telah sangat dikenal masyarakat Sunda, bahkan Bali (Sabilulungan), tetapi bawakan dengan gaya yang sangat tidak biasa. Selain penggunaan gamelan Bali beserta vokabulernya, ketidak biasaan ini juga sebagai pengaruh dari penambahan instrumen-instrumen "tidak biasa" lainnya seperti conga, djembe, digerido serta flute (Sabilulungan, Album Sambasunda; Sunda Bali, Gema Nada Pertiwi, 2000).
Setelah meluncurkan sebuah album bertema keagamaan (Album Sambasunda; Takbir dan Shalawat, Gema Nada Pertiwi, 2001), eksplorasi terhadap alat musik bamboo kemudian berlanjut pada album kelima bertajuk Salsa and Salse. Pada Album ini basis instrument keseluruhannya adalah gamelan Bambu dengan basis musikal berbagai gaya latin -- serta tentu saja Sunda(Teamrisk, Album Sambasunda; Salsa And Salse, Gema Nada Pertiwi, 2001). Dengan jumlah instrumen yang jauh bertambah jika dibandingkan dari saat dibuatnya album pertama, proses pembuatan album ini adalah kerja besar yang melibatkan tak kurang dari 35 pendukung.
Pada bulan Mei 2002, Sambasunda turut memotori sebuah kegiatan yang melibatkan para seniman Jawa Barat dalam acara "Sawengi di Tatar Sunda; Journey to the Land of Beauty". Acara yang digelar di Hotel Mulia Jakarta serta melibatkan sekitar 250 pendukung ini diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Sukarnoputri.
Masih dibulan Mei, Sambasunda turut berpartisipasi dalam festival yang diadakan Pemda Riau bertema "Festival Gendang Serumpun Se-Asean" di Pekanbaru. Bulan Nopember Sambasunda diundang pemerintah China untuk berpartisipasi dalam 2002 Nanning International Art Festival of Folksongs di kota Nanning-Guangxi. Pada festival ini, Sambasunda membawakan lagu-lagu terdahulu serta beberapa aransemen baru dari lagu-lagu daerah Nusantara

PERSONIL
Saat ini Sambasunda beranggotakan 25 orang seniman-seniman muda, sebagian besar terdiri dari lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.
Berikut ini nama-nama anggota yang saat ini aktif di
Sambasunda.
  1. Ismet Ruchimat, S.Sn. M.Hum (komposer)
  2. Efiq Zulfiqar, S.Sn (komposer)
  3. Yadi Cahyadi,S.Sn (komposer)
  4. Nur Azis S.Sn (pemusik)
  5. Asep Yana, S.Sn (pemusik)
  6. Gungun Permana,S.Sn (pemusik)
  7. Efendi Jaenudin, S.Sn (pemusik)
  8. Budi Sofyan,S.Sn (pemusik)
  9. Acep Hidayat, S.Sn (pemusik)
  10. Dadang Samsudin,S.Sn (pemusik)
  11. Endang Rukandi,S.Sn (pemusik)
  12. Atang Suryaman, S.Sn (pemusik)
  13. Endi Supendi, A.Md. (pemusik)
  14. Dinda Satya, S.Sn. M.Hum (pemusik)
  15. Rizko Agung (pemusik)
  16. Budiyana (pemusik)
  17. Iman Lukman Hakim (pemusik)
  18. Tedi Hataji (pemusik)
  19. Rudi Muhkram (pemusik)
  20. Tantan Hartana, S.Sn (pemusik)
  21. Tettiani Mugiono (penyanyi)
  22. Rita Tila (penyanyi)
  23. Ati Sumiati (koreografer)
  24. Taufik Hidayat (koreografer)
  25. Hilda (penari)
ALBUM REKAMAN:
  1. Album Sambasunda: "Rythmical Sundanese People" Gema Nada Pertiwi, 1997.
  2. Album Gebyar Bali Jaipong: "Bajidor Kahot", Gema Nada Pertiwi, 2000.
  3. Album Sunda-Bali: "Millenium Ritual", Gema Nada Pertiwi, 2000.
  4. Album Takbir & Shalawat, Gema Nada Pertiwi, 2001.
  5. Album Salsa & Salse: "We Play, We Live, We Eat With Bamboo" Gema Nada Pertiwi, 2002.
  6. Album Kompilasi: "World Music Rough Guide" 2000.
  7. Album Kompilasi: "Island Blues", 2002
  8. Album Kompilasi: "Travelogue", 2002
  9. Album Return To Greatest, 2003
  10. Album Reggae & Reggoe, 2004
  11. Album Rahwana's Cry, 2005

Album : Seventh Sense




Album : Sambasunda 1997

1. Sambasunda - Sambasunda (5:13)
2. Sambasunda - Munding Dorakala (5:47)
3. Sambasunda - Tamaburo (8:40)
4. Sambasunda - Lost Two Tigers (6:43)
5. Sambasunda - Berekis (4:20)
6. Sambasunda - Babah Ngawih (4:06)
7. Sambasunda - Kaligata Goragarago (13:03)
8. Sambasunda - Dikantun Tugas (5:42)
9. Sambasunda - Sumimaula (6:11)

Download full album


Video :
Sambasunda in Shibuya
Sambasunda 1
Sambasunda 2
sambasunda 3
Sambasunda 4

Selasa, 12 Mei 2009

Krakatau, Gamelan Jazz



Distinctive sound of Krakatau music originates from ancient Gamelan tonal system called ‘S’lendro’, which is known in Karawitan traditional music of Sunda, Java, and Bali. Based on S’lendro tonal system, Krakatau adapts Western diatonic musical elements, which energized by modern feels of jazz, rock and pop in a form of fusion with various ethnic rhythms of Indonesian musical traditions. Through devotion, Krakatau constantly developing its basic traditional Karawitan Gamelan musical style to donates new genre of sound into World Music. Despite the distinctive frequency of particular tone that could sound peculiar to Western ears, the treasure of rhythmic expression is valuable language to communicate to global audiences. Further more, Krakatau is continuously adapting Western diatonic elements into its basic S’lendro tonal system. The uniqueness of Krakatau music is indescribable by any exotic line of words, the only way to find out is that, “One must see and hear the difference”.

Albums :
- First Album (1987)
- Second Album (1988)
- Kembali Satu (1989)
- Let There Be Life (1992)
- Mystical Mist (1994)
- Magical Match (2000)
- Rhythm Of Reformation (2006)
- 2 Worlds (2006)
The Musicians :
Pra B. Dharma - Slendro Fretless Bass
Dwiki Darmawan - Keyboards

Adhe Rudyana - Kendang

Yoyon Dharsono - Rebana, Suling, Tarompet
Zainal Arifin - Gamelan, Percussions
Gerry herb - Drums
Nya Ina Raseuki - Voices

Website : krakatau.net

  1. Krakatau 2000 - Bajau download
  2. Krakatau 2000 - Barala Duit download
  3. Krakatau 2000 - Cah Mie Kung download
  4. Krakatau 2000 - Egrang Funk download
  5. Krakatau 2000 - Geniring Party download
  6. Krakatau 2000 - Impen – Impenan download
  7. Krakatau 2000 - Kutemukan download
  8. Krakatau 2000 - Magical Match download
  9. Krakatau 2000 - Pukul Pitu download
  10. Krakatau 2000 - Sakasada II download
  11. Krakatau 2000 - Shufflendang – Shufflending download
  12. Krakatau 2000 - Wara Wiri download

Album : Mystical Mist

1. Bubuka 02:21
2. Mystical Mist 06:06
3. Shufflendro 05:02
4. Tugu Hegar 03:35
5. Kutemukan 04:25
6. Dance To Your Roots 03:27
7. Saka Sada 05:30
8. Cah Mie Kung 04:39

Videos :
Barala Duit
Egrang Funk
Shufflendang Shufflending
Rhythm Of Reformation



Senin, 11 Mei 2009

Lestari


Lestari - The Hood Collection. Early Field Recordings From Java
320kbps
Pt1 + Pt2 on rapidshare
01. Lagon Tlutur (slendro pathet manyura)
02. Ladrang Asmarandana (slendro pathet manyura)
03. Jineman Uler Kambang (slendro pathet sanga)
04. Ketawang Tarupala (slendro pathet manyura)
05. Budak Ceurik
06. Ketawang Langen Gita Srinarendra (pelog pathet barang)
07. Kidung
08. Ladrang Kandamanyura (slendro pathet manyura)
09. Bandjaran
10. Gendhing Rambu (pelog pathet lima)

Javanesse Court gamelan


This is the one recorded in 1972 at the court performance. You can hear the birds chirping. Read about it at wiki.
Javanese Court Gamelan
rapidshare
1. Ketawang Puspawarna – 4:46
2. Gending Tejanata / Ladrang Sembawa / Ladrang Playon – 18:28
3. Gending Mandulpati / Ladrang Agun-Agun – 19:40
4. Bubaran Hudan Mas – 2:07

Java Plays Sunda


Java Sunda Country - The Art of the Gamelan Degung

1. Catrik
2. Sangku ratu
3. Lalayaran
4. Renggong buyut
5. Pajajaran
6. Jipang Lontang, Beber Layar
7. Lengser Midang
8. Purbasaka
9. Jipang Parwa
10. Maya Selas
11. Ujung Laut
12. Karang ulun

Minggu, 10 Mei 2009

Tetalu


Tetalu adalah jenis musik gamelan tarling instrumental. Biasanya sebagai musik pembuka (intro) dari sebuah pertunjukan sandiwara, drama tarling dan wayang kulit. Biasanya tetalu mempunyai durasi musik yang cukup panjang, antara 15 - 20 menit, bahkan lebih.

Download Tetalu :
Kamajaya Group - Tetalu Laras pelog
Kamajaya Group - Banjaran
Tetalu Abadi 1
Tetalu Abadi 2
Tetalu wayang
Tetalu
Pacul Gowang