Tampilkan postingan dengan label *Math Rock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label *Math Rock. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

Zoo - Prasasti (2012)



ZOO merupakan salah satu punggawa musik ekperimental rock asal Yogyakarta. Pada awal karirnya, Zoo bermain dalam pola yang cepat, matematis nan berisik ala Boredom, Melt Banana atau Hella yang bisa dijumpai pada mini album “Kebun Binatang”. Di album penuh perdananya “Trilogi Peradaban”, Zoo mulai memadukan tekstur eksperimental-rock barat dengan konsep musik tribal nusantara. Debut album ini dirilis secara terbatas (100 kopi) dalam format boxset yang terdiri atas tiga cakram padat dengan kemasan yang terbuat dari kayu. Kedua album ini juga dirilis secara cuma-cuma dalam format digital oleh Yes No Wave Music.
Setelah rehat hampir 3 tahun, pada penghujung tahun 2012 Zoo kembali dengan album penuh kedua yaitu “Prasasti”. Berisikan 11 lagu berkomposisi dan 11 lagu improvisasi. Di album ini Zoo semakin mematangkan konsep musik yang dilakukan di album “Trilogi Peradaban”. Syair lagu menggunakan aneka ragam bahasa dari berbagai daerah di Indonesia; Aceh, Bugis, Palembang, Dayak, Lombok, Kawi, Sulawesi Tengah, Banjar, dan Minang. Selain itu, Rully sang vokalis dan penulis lagu menciptakan sebuah aksara yang diberi nama Zugrafi.
Prasasti juga dirilis dalam format fisik yang dikemas dengan menggunakan batu granit seberat 1.7 kg. Nama band dan judul album terpatri pada lempengan logam stainless steel. Disertakan juga satu lembar kertas daur ulang berisikan lirik lagu dan kredit album yang di cetak dengan teknik cetak saring. Kemasan ini hanya diedarkan sebanyak 200 kopi dengan hand-numbered pada lembar materi teks. 

Zoo - Prasasti

01. kedo Kedo
02. Manusia baru
03. Plaba Umak
04. Pesta Memohon Hujan
05. Pemuja Hari
06. Pada Gunung
07. Kita Ini
08. Tanah Ibu
09. Demi Kekal
10. Natonto
11. Hymne Peradaban
12. Suplemen 1
13. Suplemen 2
14. Suplemen 3
15. Suplemen 4
16. Suplemen 5
17. Suplemen 6
18. Suplemen 7
19. Suplemen 8
20. Suplemen 9
21. Suplemen 10
22. Suplemen 11





Zoo - Kebun Binatang (2007)


Zoo - Kebun Binatang

Track List:

01. Manekin Bermesin
02. Menyudahi Gelap
03. Kupu-Kupu
04. Lalat-Lalat
05. Takluk
06. Eskalator

Personil :

RULK – Vokal, Djembe
BHKT – Bas
OBT – Drum
DMX – Drum (Track 06)


 Di rilisan ini mereka menghadirkan banyak grinding part dan musik yang lebih cepat. Tetap matematis dan mendekati tipikal sound power violence awal 90′an ala Man Is The Bastard. Track Manekin Bermesin mambawa layer noise sederhana namun mampu manjadi satu dengan keseluruhan lagu. 7 lagu lainnya masih dalam tradisi musik Zoo yang liar disertai penulisan lirik puitis. Tentu menarik sekali bagi kalian yang tertarik akan musik matematis dan sedikit berpikir. 


Zoo - Trilogi Peradaban (2009)



Zoo - Trilogi Peradaban

Babak Satu: Neolithikum

 01. Manekin Bermesin
02. Halilintar
03. Menyudahi Gelap
04. Misantrophe
05. Kupu-Kupu
06. Berkibarlah Benderaku
07. Lalat-Lalat
08. Takluk

 Babak Dua: Mesolithikum

 01. Di Masa Depan
02. Merdeka
03. Buldoser
04. Kelana
05. Perang, Saudara!
06. Manusia-Manusia Kecil
07. Para Raksasa
08. Eskalator

 Babak Tiga: Paleolithikum

01. Gisa-Gisa (Tarian Pengampunan)
02. Doa Pengampunan
03. Luluh Lantak
04. Kelak
05. Ke Medan Perang
06. Epilog: Yang Berpulang

Diproduseri oleh: Rully Shabara Herman
Desain Logo, Sampul, Kemasan, serta Ilustrasi oleh Rully Shabara Herman

Babak Satu: Neolithikum
Ramberto Agozalie – Drum
Bhakti Prasetyo – Bas
Rully Shabara Herman – Vokal, Jembe
Manekin Bermesin, Menyudahi Gelap, Kupu Kupu, Lalat lalat, dan Takluk direkam dan diolah di Fourtone 78 Studio oleh Ferry, Januari 2007
Halilintar, Misantrophe, dan Berkibarlah Benderaku direkam di Fourtone 78 Studio oleh Tedjo
Diolah ulang di Elssy Studio oleh Wisnu Jahat, Januari 2009
Semua aransemen lagu diciptakan oleh Zoo
Syair oleh Rully Shabara Herman
Kecuali Berkibarlah Benderaku, oleh Ibu Soed

Babak Dua: Mesolithikum
Dimas Budi Satya – Drum
Bhakti Prasetyo – Bas
Rully Shabara Herman – Vokal, Jembe
Gitar akustik di lagu Manusia-Manusia Kecil dan Para Raksasa oleh Yurisma Taufik
Trumpet betawi di lagu Perang, Saudara oleh Bhakti Prasetyo
Semua aransemen lagu diciptakan oleh Zoo
Syair oleh Rully Shabara Herman
Semua lagu direkam di Fourtone 78 Studio oleh Tedjo, Januari 2008
Diolah ulang di Elssy Studio oleh Wisnu Jahat, Januari 2009

Babak Tiga: Paleolithikum
Rully Shabara Herman- Vokal, Jembe
Bhakti Prasetyo – Bas Akustik, Mandolin, Ukulele
Suling di lagu Doa Pengampunan oleh Berliandra Haryono
Diciptakan secara spontan dan direkam di SA Studio oleh Titis, Maret 2008
Diolah ulang di Elssy Studio oleh Wisnu Jahat, Januari 2009

Glossary
Neolithikum: Peradaban zaman batu baru
Mesolithikum: Peradaban zaman batu pertengahan
Palaeolithikum: Peradaban zaman batu tua
Manekin Bermesin, Menyudahi Gelap, Kupu-Kupu, Lalat-Lalat, Takluk pernah dirilis di Yes No Wave Music dalam bentuk EP yang berjudul Kebun Binatang, Januari 2007
Misantrophe merupakan istilah dalam bahasa latin yang berarti manusia yang membenci sesamanya.
Berkibarlah Benderaku adalah gubahan dari lagu ciptaan Ibu Soed.
Syair berbahasa Jawa dalam lagu Takluk adalah kutipan dari syair Jawa kuno yang berjudul Midjil.
Kupu-Kupu dan Di Masa Depan merupakan versi yang sudah diaransemen ulang dan versi asli dari keduanya pernah dimuat dalam album kompilasi berjudul Kompirasi #1 dirilis oleh Babi Records
Di lagu Perang, Saudara, kata ‘Ganyang’ diilhami oleh seruan Ir. Soekarno untuk melawan Malaysia, sedangkan kata ‘Babat’ diilhami dari istilah Pramoedya Ananta Toer untuk melawan penjajahan Belanda.
Kesimpulan dari Neolithikum dan Mesolithikum bisa dipelajari di bagian akhir syair lagu Eskalator.
Syair Gisa-Gisa (Tarian Penyambutan) merupakan penggalan dari Syair Tari Seudati.
Syair Doa Pengampunan dipetik dari syair lagu Halilintar
Syair Kelak merupakan penggalan bahasa Indonesia dari pantun berbahasa Aceh yang berjudul Genali.
Syair Ke Medan Perang merupakan penggalan dari syair Perang Sabil.
Epilog: Yang Berpulang diciptakan dan dipersembahkan untuk Rahmat M. Waly serta  semua teman-teman yang telah berpulang lebih dulu.